Penerimaan Proposal Penelitian dan Pengabdian pendanaan DRPM T.A. 2021 akan dilaksanakan pada tanggal 15 - 29 Oktober 2020 (Tidak ada perpanjangan periode mengingat keterbatasan waktu) para peneliti agar melakukan update profile peneliti di Simlitabmas mulai tanggal 9 Oktober 2020

UNIB PEDULI TENAGA MEDIS

Tanggal : 2020-06-05 05:32:19

Tenaga medis merupakan garda terdepan pemberi pelayanan kepada masyarakat dalam penanggulangan Covid-19. Kondisi tersebut menempatkan mereka pada risiko tinggi keterpaparan terhadap virus corona. Di Indonesia per 3 Juni 2020 sebanyak 30 dokter dan 22 orang perawat meninggal dunia dalam tugas kemanusiaan melawan Covid-19. Sementara itu di Kota Bengkulu tenaga medis merupakan salah satu cluster kasus konfirmasi positif virus corona. Harapan kita semua tentu ke depan tidak akan ada lagi penambahan kasus (zero case) terutama di provinsi yang kita cintai ini.

Universitas Bengkulu melalui Program Pengabdian Masyarakat (PPM) menunjukkan kepekaannya terhadap permasalahan pandemi Covid-19 ini. Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) mendorong agar tim dosen mengarahkan kegiatan PPM untuk tanggap Covid-19. Salah satu tim PPM menyambut hal tersebut  dengan program donasi berupa ramuan Jamu Jahe Kunyit dan Temulawak (JKT) kepada tenaga medis di RSUD dr. M.Yunus. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dimotori oleh Ns. Nurmukaromatis Saleha, M.Kep (ketua), Ns. Rina Delfina, M.Kep (anggota) dan Dri Asmawanti S., S.E., M.S.Ak (anggota). PPM ini melibatkan tiga orang mahasiswa D3 Keperawatan yaitu Sri Delvi, Lekat Novi dan Isnaini Wulanda. Judul kegiatan tersebut adalah “Unib Peduli Tenaga Medis RSUD dr.M.Yunus Pejuang Covid-19”. Ramuan JKT dibeli dari anggota masyarakat yang juga mengalami dampak ekonomi akibat Covid-19. Melalui kegiatan ini tim ingin membantu kesejahteraan sekaligus mengajak partisipasi masyarakat untuk peduli terhadap tenaga medis. Adapun tujuan utama dari kegiatan ini untuk membantu tenaga medis menangkal infeksi virus Corona lewat pemberian ramuan jamu (JKT).  

Komposisi ramuan jamu tersebut adalah Jahe, Kunyit, Temulawak, Serai, Cengkeh, Kayu Manis, Kapulaga dan Gula Putih. Beberapa jenis rimpang terutama Kunyit, Temulawak, Serai dan Jahe banyak mengandung Curcumin. Prof. Chairul Nidom Guru Besar Biokimia dan Biologi dari Universitas Airlangga menyatakan bahwasanya curcumin dapat menangkal terjadinya badai sitokin saat paru-paru terinfeksi virus Corona. Hal tersebut senada dengan yang ditulis oleh Widiyastuti, dkk, Humas Litbang kemkes 2020 bahwasanya  curcumin diketahui dapat menghambat pelepasan senyawa tubuh penyebab peradangan atau sitokin proinflamasi seperti interleukin-1, interleukin-6 dan tumor necrosis factor-α.

Penyaluran donasi ramuan JKT sebanyak 250 bungkus (250gr untuk setiap bungkusnya) dilakukan dalam dua tahap. Hal tersebut menimbang kemampuan produksi dan waktu yang bertepatan dibulan Romadhan menjelang Hari Raya Idul Fitri.  Tahap ke satu dilaksanakan pada tanggal 18 Mei 2020. Kegiatan tahap ke dua dilakukan pada tanggal 03 Juni 2020. Melalui kegiatan ini tim berharap dapat menjadi dukungan moril bagi tenaga medis.Berikut dokumentasi kegiatan tesebut: