Penerimaan Proposal Penelitian dan Pengabdian pendanaan DRPM T.A. 2021 akan dilaksanakan pada tanggal 15 - 29 Oktober 2020 (Tidak ada perpanjangan periode mengingat keterbatasan waktu) para peneliti agar melakukan update profile peneliti di Simlitabmas mulai tanggal 9 Oktober 2020

PELATIHAN PENDAMPINGAN LITERASI MATEMATIKA DI SDN 67 KOTA BENGKULU

Tanggal : 2020-09-11 03:51:57

Peningkatan kompetensi guru melalui pengembangan diri perlu terus ditingkatkan, sebagaimana yang tertuang dalam UU Guru dan Dosen. Guna membekali guru dalam pengembangan diri SDN 67 Kota Bengkulu, melalui pihak sekolah dan LPPM mengundang narasumber yang berkompeten dalam hal pengembangan diri khususnya tentang literasi matematika. Disini narasumber yang di undang adalah tim Pengabdian Pada Masayarakat yang diketuai oleh Irfan Supriatna, M.Pd. beserta 2 orang anggota, yang notabene Dosen PGSD di bidang matematika FKIP Universitas Bengkulu. 

Pelatihan ini dilaksanakan pada tanggal 16 April 2020 di sekolah tersebut.

Pesertanya adalah guru-guru SDN 67 Kota Bengkulu sebanyak 14 orang. Dalam  pelatihan tersebut, Irfan langsung memberikan  penjelasan dan pemahaman berkaitan dengan materi literasi matematika. literasi matematika adalah salah satu kemampuan kognitif yang penting dikuasai siswa. Literasi matematis merupakan kemampuan matematika yang komprehensif, menyangkut kemampuan merumuskan, menerapkan, menginterpretasikan matematika dalam berbagai konteks; menalar; dan menghubungkan matematika dengan kehidupan sehari-hari

Literasi matematika siswa di Indonesia masih terbilang cukup rendah. Hal tersebut bisa dilihat dari hasil peringkat Indonesia dalam tes PISA (Program for Internasional Students Assesment) yang selalu menempati peringkat bawah. PISA melakukan survei sejak tahun 2000 dan dilaksanakan setiap 3 tahun sekali. Indonesia selalu menjadi peserta dalam setiap survei yang dilakukan oleh PISA dan dalam keikutsertaannya, siswa Indonesia memiliki kemampuan literasi matematika yang rendah.

Berdasarkan hasil PISA 2018, skor matematika 379 dengan skor rata-rata OECD 487 yang mana dapat diartikan kita berada dalam peringkat 72 dari 78 negara. Hasil tersebut maka sangat miris sekali literasi matematika di Indonesia.

 “Pelatihan ini memang mempunyai tujuan untuk memberikan pemahaman dalam pelatihan pendampingan literasi matematika untuk guru di SD Negeri 67 Kota Bengkulu” puskas Irfan.

Irfan menyebutkan bahwa dalam pelaksanaannya guru sangat antusias dalam mengikuti kegiatan pelatihan pendampingan literasi matematika, hal ini dibuktikan dengan semangat mengikuti kegiatan dari awal dan akhir dengan disertai berjalannya diskusi dan tanya jawab yang serius, kemudian Guru belum terbiasa melakukan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) khususnya di literasi matematika sehingga perlu adanya bimbingan secara kontinyu dalam pendampingan literasi matematika tersebut.